Polemik Perang Iran Vs AS dan Israel
Polemik perang Iran pada saat ini merupakan eskalasi militer besar yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Republik Islam Iran. Konflik ini dimulai dengan serangan udara dan rudal skala besar pada akhir Februari 2026 dan telah berkembang menjadi operasi militer yang mengancam stabilitas global.
Ketegangan memuncak setelah penumpasan keras terhadap demonstran di Iran pada Januari 2026. Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan pengerahan militer besar-besaran, yang diklaim bertujuan untuk menghentikan ancaman nuklir dan agresi regional Iran.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel meluncurkan serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta menghancurkan berbagai aset militer strategis.
Iran menolak klaim negosiasi damai dan membalas dengan meluncurkan ratusan rudal ke pangkalan militer AS serta target di Israel. Iran juga memobilisasi sekitar satu juta warga untuk menghadapi kemungkinan perang darat total.
Blokade Iran terhadap Selat Hormuz telah mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia, memicu krisis energi global dan menekan PDB banyak negara.
Beberapa pengamat internasional, termasuk eks-Wamenlu RI Dino Patti Djalal, mengkritik serangan ini sebagai tren berbahaya di mana perselisihan diselesaikan melalui kekerasan daripada diplomasi. Di sisi lain, PBB dan IAEA terus memantau situasi terkait isu nuklir yang menjadi dalih serangan tersebut.
0 Response to "Polemik Perang Iran Vs AS dan Israel"
Post a Comment